Monday, March 23, 2009

Last Bouquet

Category:Other
Author: Ruu
Genre: Romance/sad
Note: this is a real fiction Cuma pinjem beberapa nama ajah…
Mohon dukungannya m(_ _)m
jya~ itadakimasu, minna xDDDD

----------------------------------------------------------------

Tertanggal 28 April, untuk kesekian kalinya, ia menempati kamar nomor 201. Bagi gadis mungil berambut panjang itu, kehidupan Rumah sakit sudahlah tak asing lagi. Sebagian besar hidupnya ia habiskan di kamar itu. Ia sudah pasrah dan berhenti berharap, hingga semua orang, bahkan keluarganya, enggan bertemu dengannya.

Walau dokter Shun menganjurkan agar ia dirawat inap untuk menganalisa sejauh mana penyakitnya berkembang. Ia tampak tak bersahabat dengan siapa pun. Menutup dirinya agar tak merasakan sakit. Seperti yang sering ia alami slama ini.
Terdengar suara ketukan pelan di pintu kamarnya. Ia hanya berasandar lemah di kasurnya. Lalu seorang suster masuk dengan membawa nampan.

“Permisi, saya membawakan makan siang Anda.”

Masih tak ada jawaban. Suster itu menghampiri buffet dekat kasurnya dan menaruh nampan berisi menu lengkap rumah sakit.

“Jangan lupa dimakan, Nona.”

Suster itu menghela nafas dan pergi dengan membiarkan pintu kamar itu sedikit membuka. Gadis yang terbaring di kasurnya hanya manatap kosong ruangan itu.
Tak lama terdengar suara gaduh dari balik pintu, yang membuat gadis itu terusik. Ketika ia membuka pintu untuk menegur orang yang membuat gaduh itu, ia melihat beberapa orang sedang bertikai.

Gadis itu terpaku pada salah satu dari mereka. Pandangan mereka pun bertemu, suasana menjadi hening seketika. Tanpa sadar sang gadis pun menutup pintu kamarnya. Dan yang lainnya tersadar.

Sedetik kemudian, terdengar seseorang mengetuk pintu.

“Hey, kamu kenapa? Kamu baik-baik aja, kan?”

Gadis itu tak menjawab. Namun, saat itu ia terduduk dibalik pintu. Mukanya memerah dan terasa panas. Ia takkan menyangka akan bertemu kembali dengan cinta pertamanya di rumah sakit ini. Dia menunduk lebih dalam dan menyembunyikan wajahnya.

###

Keesokan harinya, anak laki-laki itu datang dan memperkenalkan dirinya pada Hime.

“Pagi. Maaf kalo aku mengganggu mu.” Sambil menaruh bunga di vas. “Oia, kita belum kenalan. Nama ku Shige. Kemarin aku terjebak tauran dan dibawa ke sini… kemarin aku meyakinkan ortu ku bahwa aku tak terlibat. Tapi percuma saja.” Ia tertawa garing.

Hime hanya menatap lengan kiri Shige yg diberi gips. Shige pun menyadarinya.

“Kata dokter, tangan ku sedikit retak, jadi selama seminggu kita tetanggaan. Mohon kerjasamanya. Mari kita buat hari-hari kita menyenangkan.”

Lagi-lagi Hime terdiam. Shige menuju sofa terdekat sambil mengambil catatan pasien. Duduk dengan senyum lebar.

“Jadi nama mu Hime? Nama yang bagus.”

Seketika ada bantal melayang ke arah Shige. Shige terkejut dan segera melihat ke arah bantal itu berasal. Muka Hime lagi-lagi memerah. Dan serangan bantal kedua pun dilakukan.

“KELUAR!! NGGAK SOPAN!! CEPAT KELUAR!!!”

Shige memungut bantal itu dan menaruhnya diujung ranjang. Serta menaruh catatan pasien milik Hime pada tempatnya. Lalu ia keluar dengan lunglai.

###

Shige tetap menjenguk Hime stiap hari. Bahkan menghabiskan harinya bersama Hime. Hari-hari mereka diisi dengan saling diam atau bertengkar. Suatu ketika, ia melihat Hime memandang sedih ke luar jendela. Ia pun mensejajarkan pandangannya.

Ia kaget. Di sana terlihat bianglala yang berkilauan di kala itu. Walau kecil, tapi tetap terlihat. Lalu ia berlutut dan berkata...

“Suatu saat nanti, maukah Hime pergi bersama ku ke sana?”

Hime memanadang Shige. Matanya mulai berkaca-kaca. Ia memukul pelan tangan yang terulur untuknya. Dan dengan sigap, Shige menarik tangan Hime dan mendekapnya. Terdengar suara Hime meng-iya-kan ajakannya.

Meskipun perasaan mereka saat itu berbeda. Tapi mereka menemukan apa yang mereka cari selama ini. Kebersamaan. Kehangatan. Serta kasih sayang.

###

Keesokan harinya Shige diperbolehkan pulang dengan masih memakai gips di lengannya. Ia merasa enggan meninggalkan Hime sendirian, tapi ia harus kembali ke aktifitasnya semula.

Ia mengecup kening Hime sambil membisikan bahwa ia akan menjenguknya.
Tanpa terasa, sebulan berlalu sejak Shige berpamitan. Shige sudah melakukan aktifitasnya seperti seblumnya. Lagi-lagi Hime merasa kesepian. Ia mulai tenggelam kedalam pikirannya…

'Andai aku sejak awal tidak usah menghiraukan dia. Aku takkan merasa sepi dan tersakiti. Dan aku takkan pernah berharap…'

###

8 juni, hari yang tenang. Hime memutuskan untuk jalan-jalan di halaman rumah sakit. Sedikit dingin tapi Hime tak peduli. Karena batas Hime dapat bertahan tak lama lagi.

Ia duduk di bawah pohon sakura yang tak pernah berkembang. Kau bernasib sama denganku. Takkan ada yang pernah peduli, batinya.

Hime memandang berkeliling. Di sana tidak terlalu banyak yang bisa dilihat. Hanya sebatas daun-daun yang menumpuk, berterbangan tertiup angin.

Hime tersentak ketika seseorang memeluknya dari belakang. Terengah-engah, seakan habis berlari beratus kilometer. Lalu membisikkan, “Kau bisa masuk angin loh…”

Hime termangu. Tiba-tiba ia bergetar, dan isakan mulai mengisi suasana siang itu. Ia tersadar, ia rindu suara ini, wangi badan ini, pelukan ini. Ia rindu sekali. Air mata pun tak berhenti mengalir.

Shige hanya memandangnya. Panik dan coba menghentikan tangisan gadis itu. Dia putus asa dan akhirnya mendekap erat Hime yang menangis tersedu-sedu.

###

Setelah hanya tersisa isakan kecil, Shige memakaikan jaketnya keapada Hime. Ia membelikan sekaleng minuman hangat tuk Hime.

Ketika tak sengaja hime merogoh kantong jaket Shige, ia menemukan sesuatu. Ia melihat ke arah Shige yang tersenyum.

“Coba lihat.” Bisiknya.
Hime mengeluarkan dua tiket gold ke taman ria.
“Ini…”

Shige tersenyum lebar. Menggenggam tangan Hime. Dan berkata…
“Ke taman ria yuk? Mumpung kamu udah di luar.. gimana klo sekarang?”

Ia berdiri dan menarik tangan Hime. Mereka naik subway ke taman ria. Engga terlalu ramai, karena masih jam kerja. Dan keduanya terseynum renyah mengingat tindakan gila mereka kali ini…

###

Sesampainya di taman ria, mereka mulai berkeliling. Hime yang memilih wahana apa yang akan mereka nikmati. Pertama ke rumah kaca, rumah hantu, starwars, mereka terlihat senang sekali.

Shige melihat jam tangannya. Waktunya Hime minum obat. Mereka memesan burger untuk makan siang. Dan bercerita banyak hal. Shige merasa senang, akhirnya bisa melihat Hime tertawa lepas. Dan tiba-tiba ‘click’ suara seseorang memotret.

Bukan paparazzi tapi Shige lah yang mengabadikan moment itu. Hime terlihat kaget tapi tertawa lagi.

Tanpa terasa hari sudah sore. Mataharipun sudah malas berlama-lama menggantung di langit.
“Ah, sudah sore~ kita pulang yuk?” ajak Hime.

“Engga papa pulang sekarang? Engga mau naik itu dulu?” Tanya Shige sambil menunjuk bianglala di hadapannya.

“Tapi… sekarang di rumah sakit sedang ribut…” ia ingin sekali naik bianglala, tapi ia merasa harus segera kembali.

“Daijoubu dakara,” sambil narik tangan Hime, “Yuk?”

Akhirnya mereka menghampiri langit yang memerah. Lagi-lagi Shige mengabadikan moment itu. Hime terlihat bahagia. Senyum Hime begitu lembut seperti anak kecil. Muka Hime yang terbias merahnya mentari begitu imut.

“HUAH~ sankyu na~ kono kimochi wa…”

Ucapan Hime terhenti. Shige mendekap dengan erat dan menciumnya mesra. Hime terkejut tapi cukup menikmatinya.

“Terimakasih untuk hari ini” ujar Hime. Kichuuu~

###

Keesokan harinya, Shige dimintai keterangan tentang kepergian Hime. Hime hanya tersenyum melihat shige yang panik menenangkan para suster. Memang semenjak ada Shige, hubungan Hime dengan para suster membaik.

Kali ini Shige membawa bouquet mawar yang cantik. Ia tampak lelah tapi tetap tersenyum. Ia menyapa Hime tiga hari seminggu di sela-sela kesibukannya.

###

8 july, Entah sejak kapan, Hime merasa ada yang aneh pada dirinya. Nafsu makannya bekurang. Daya pandangnya juga kurang focus dari biasanya. Terkadang ia sulit mendengar.

“Hime? Ada apa?” Tanya Shige khawatir.
“Iie, Daijoubu.” Jawab Hime tersenyum.
“Besok aku mulai ujian akhir semester. Mungkin aku akan jarang datang kemari. Gomen.”
“Blajarlah. Jangan khawatirkan aku. Raihlah impian mu. Aku akan selalu mendukung mu.” Ujar Hime sambil menggenggam tangan Shige.

Pintu berdecit pelan. Muncul wajah suster yang ramah.
“Maaf tuan, waktu jenguk pasien sudah habis.” Ujar salah satu suster.
“Maaf. Saatnya pulang.”

Shige tersenyum dan memberikan ciuman singkat yang dalam. Ia bangkit dari ranjang, memandang Hime lemah.
“Jya matta ne”

Hime memberikan senyuman terlembutnya untuk Shige. shige pun menghilang di balik pintu.Setelah merasa Shige pergi jauh, air mata terakhir menetes. Hime merasakan dingin yang luar biasa. Pandangannya pun perlahan meredup.

###

Shige menutup pintu dibelakangnya pelan. Tapi ia tak kunjung beranjak dari sana. Ia terkulai lemas. Air mata pun mulai bercucuran. Ia merintih seakan ada luka besar dalam dadanya. Ia sedih dan merasa kesal, karena tak bisa melakukan apapun demi yang terkasihi.




======END======

Sunday, March 22, 2009

SeungRi bcome a Musical Actor



Master YG revealed that Big Bang’s Seung Ri was double casted as the male lead in the musical called “Rain Shower”, which will run from April 12 to May 5 at the M Theater in the Seoul Sejong Center for the Performing Arts.

According to Seung Ri, the challenge of singing and acting on stage attracted him to the project. Good to see Seung Ri keeping himself busy, just like his other BB buddies as their Japanese debut turns out to be a flop.

credit by: popseoul

mari Nyepam!! lol

ehehehe
bingung ruu mu nulis apa...
akhirny... ruu putusin tuk nypam!!!
-dtimpuk-

nyahahaha
ureshi yo~~
akhirnya kemaren dapet juga dorama yg slama ini ruu cari!!
yak!!
VAMPIRE HOST!!


it's quite funny though...
a vampire start not to attacking people n become a host lol
horor n comedy is a nice combination x333

besides, love the cast!!
Matsuda Satoshi who first impression is cool guy in Kamen Rider Ryuki...
in this dorama, he play a funny person who led a mysterious life x33

love this dorama...

Tuesday, March 17, 2009

Me VS Higheels bcome NONE thx to Ss501 n others

Baru kali ini pake Higheels seharian penuh...
tapi dah medingan ilang pegelnya setelah direndem air anget x33

tapi yg bikin <3
berita ttg ss501 nyaaaa~~
lagi2, karya mereka diakui public x33

03/16 [news] SS501 ‘Because I am Stupid’ Clinched “Song of the Month” award in Digital Music Award

Credits : SS601.com + (English Translation) xiaochu @ Quainte501.com + yukimura_ichi @ FI


The 32nd Cyworld Digital Music Awards will be held on 28-Mar (Sat) at Seoul Fashion Art Hall with about 1,000 fans.

‘Digital Music Awards’ is the first digital music award ceremony held in Korea, giving awards to singers whose songs are most purchased and used as cyworld minihompy’s background music within a month and also prominent new singers are given awards too.

SS501’s ‘Because I am Stupid’ (Boys over Flowers OST) has been chosen as the ‘Song of the Month’ for the 32nd Digital Music Awards.

‘Because I am Stupid’ has sold about 110,000 in the BGM for the month of February despite the album being already released for a month (January), entitling its win for 'Song of the Month’.

SS501 members Kim KyuJong, Heo YoungSaeng, Kim HyungJoon, besides specially making their special album, these 3 members have also participated in ‘Boys Over Flowers’ OST, showing their excellent activities for both. Not only for this song, their recently released follow-up song ‘Making a Lover’ is currently positioned high on the BGM chart, demonstrating their high popularity.

=non-related contents omitted=

The 32nd Digital Music Awards invitation event will be held from 13-Mar till 20-Mar at Cyworld Music Page (music.cyworld.com)


dan ini... poster dream concert taun 2009...


credit: Yukimura_ichi @ LI
nyaaaa

ada SS501 & TaeGoon x333
kira2 ss501 bawain lagu apa yah?
tanoshimi~~~